Karstologi

Karstologi  adalah Ilmu yang mempelajari fenomena karst dari berbagai aspek ilmiah secara interdisipliner.

Aspek-aspek ilmiah karstologi antara lain :
1.  Geomorfologi – topografi karst,                                11.  Masalah peternakan di kawasan karst.
2.  Morfogenesis karst.                                                    12.  Kependudukan di daerah karst.
3.  Micro karst forms- bentukan karst mikro.              13.  Masalah kesehatan di kawasan karst.
4.  Litologi dan stratigrafi batuan karbonat.                14.  Arkeologi.
5.  Hidrologi karst.                                                            15.  Paleontologi.
6.  Sedimentologi karst.                                                   16.  Pariwisata kawasan karst.
7.  Denudasi karst.                                                            17.  Konservasi kawasan karst.
8.  Ekologi karst.                                                                18.  Eksploitasi kawasan karst.
9.  Vegetasi karst.                                                              19.  Bendungan di kawasan karst.
10.  Masalah agraria di kawasan karst.                         20.  Nilai strategi kawasan karst

Dalam pembahasan kali ini  kita tidak akan  membahas semua aspek diatas, hanya sebagian saja yang akan kita bahas.

Pengertian Karst

Kata Karst berasal dari bahasa Slavia “Krs/Kras” yang berarti batu-batuan. Karst secara umum adalah istilah bentang alam yang secara khusus berkembang pada batuan Karbonat yang mempunyai bentuk berkelompok atau menjadi sebuah pegunungaan dan adapula yang berbentuk tunggal, pembentukkannya  dipengaruhi oleh proses pelarutan yang sangat tinggi di bandingkan dengan batuan di tempat lainnya dimanapun serta adanya proses Karstifikasi

Reaksi Kimia

H2O+CO2→H2CO3

Pelarutan kimiawi pada batuan karbonat oleh air(H2O) dipercepat oleh karbondioksida(CO2) yang berasal dari atmosfer yang jumlahnya sekitar 0,03% dan dari bawah permukaan tanah yang dihasilkan oleh pembusukan sisa-sisa tumbuhan atau humus yang sangat tinggi. Sehingga menghasilkan Asam Karbonat (H2C03) yang sangat reaktif terhadap batu gamping (CaCO3).

Menurut Jennings, 1971 dalam Ritter, 1978, karst adalah suatu kawasan dengan ciri relief dan drainase (pengaliran)  yang unik karena memiliki tingkat pelarutan batuan terhadap air alam (natural water) yang lebih tinggi dibandingkan dengan tempat lain dimana pun. Definisi di atas mengandung dua pengertian pokok yaitu : pertama, bentuk lahan dan kenampakan permukaan lainnya yang unik yang terbentuk pada batuan dengan tingkat pelarutan yang tinggi atau dengan kata lain batuan tersebut mudah larut. Kedua, keunikan dan kekhasan sistem drainase kawasan karst dihasilkan dari proses karstifikasi. Proses pelarutan akan membuat dan memperbesar rongga-rongga dalam batuan. Hal ini mengakibatkan air yang berasal dari permukaan dengan jumlah yang cukup banyak akan terus meresap ke bawah permukaan sehingga membentuk sistem drainase bawah tanah tersendiri yang simultan dengan pola di permukaan.

Ciri – ciri bentang alam karst :

  1. Terdapat sejumlah cekungan atau depresi dengan bentuk dan ukuran yang bervariasi, cekungan – cekungan tersebut digenangi air atau tanpa air, kedalaman dengan jarak yang berbeda – beda.
  2. Bukit – bukit kecil yang merupakan sisa – sisa erosi akibat pelarutan kimia pada batugamping, sehingga terbentuk bukit – bukit (conical hill).
  3. Sungai tidak mengalami perkembangan pada permukaan
  4. Terdapat sungai – sungai bawah permukan, adanya gua – gua kapur pada permukaan atau bawah permukaan atau stalagmit dan stalagtit.
  5. Terdapat tanah lempung tak larut berwarna merah kecoklatan sebagai endapan residul akibat pelarutan batugamping oleh air tanah.
  6. Permukaan yang kasar, pecah – pecah atau lubang – lubang karena pelarutan air tanah pada batugamping yang tidak tertutup oleh terrarosa.

Proses Pembentukan Karst           

Berdasarkan penelitian para ahli, topografi karst terbentuk dengan syarat-syarat sebagai berikut :

Menurut Thornbury, 1954.

  • Adanya batuan yang mudah larut, terutama batuan gamping.
  • Batuannya  tebal, banyak kekar (rekahan-rekahan).
  • Adanya lembah yang dibatasi oleh batuan yang mudah larut dan mempunyai kekar (rekahan).
  • Memiliki curah hujan sedang.

Menurut Corbei, 1957.

  • Terdapat batuan yang mudah larut pada permukaan atau bawah permukaan, dalam hal ini adalah batu gamping atau dolomit.
  • Mempunyai curah hujan yang sedang.
  • Batuan harus kompak (padat), mempunyai banyak kekar dan mempunyai struktur perlapisan.
  • Terdapat lembah-lembah utama pada ketinggian yang lebih rendah dari batuan yang mudah larut.

Pembentukan topografi karst dimulai pada saat air permukaan memasuki rekahan yang diikuti oleh pelarutan batuan pada zona rekahan tersebut.akibat adanya proses pelarutan tersebut, rekahan yang ada menjadi semakin lebar, akhirnya membentuk sungai bawah tanah atau gua.

Proses pearutan Kimiawi oleh air ini dipercepat oleh CO2 baik yang berasal dari atmosfer yang terdapat diatas permukaan tanah maupun yang berada dibawah permukaan sebagai hasil dari pembusukan sisa-sisa tumbuhan atau humus. Kadar CO2 di permukaan tanah dipengaruhi oleh beberapa faktor. Diantaranya adalah kegiatan penguapan akar tumbuhan, kegiatan mikroba dan banyak sedikitnya fauna invertebrata yang hidup dipermukaan tanah. Untuk menjaga kelangsungan karstifikasi (proses alam yang membentuk bentangalam karst) mekanisme ini harus tetap dipertahankan CO2 yang bereaksi dengan air hujan akan membentuk H2CO3 yang sifatnya sangat reaktif terhadap batugamping(CaCO3) kadar CO2 di udara jumlahnya sekitar 0..03%. di dalam gua berkisar antara 0.1-3.75% semakin besar ke arah dalam (IUCN,1997), reaksi kimia yang umum terjadi dikawasan baatugamping adalah :

H2O+CO2                                                        H2CO3

H2CO3                                                             HCO3+HI

H2CO3+CaO                                                   CaCO3+H2O

CaCO3+ H2O+ CO2                                         Ca(HCO3)2

akibat proses pelarutan yang terus-menerus terbentuklah topografi karst dengan berbagai bentang alamnya.

Topografi

Tofografi karst hampir dapat dijumpai pada semua daerah di dunia, bahkan termasuk di daerah Artic dan daerah Arid. Tetapi pada umumnya topografi karst dapat berkembang dengan baik pada daerah dengan iklim tropis (Ritter,

Beberapa kalangan mengidentikkan istilah karst dengan daratan yang mempunyali litologi batu gamping saja, namun pada dasarnya daratan dengan litologi batuan mudah larut lainnya seperti gipsum, salt (garam), dolomit dan es glester juga bisa diistilahkan sebagai karst. Dengan syarat, pada daerah tersebut telah terjadi proses pelarutan batuannya oleh air alam.

Tofografi karst dibedakan atas dasar :

1.      Penutup

a.      Bare karst (karst terbuka).

b.      Covered karst (karst tertutup).

2.      Letak

a.      Low land karst (karst dataran rendah).

b.      High land karst (karst dataran tinggi).

3.      Iklim

a.       Karst tropis.

b.      Karst iklim dingin.

4.      Tebal.

a.       Holo karst (karst yang tebal).

b.      Mero karst (karst yang tipis).

Bentang alam hasil Karstifikasi

a.      Eksokarst

            adalah bentukan morfologi pada kawasan karst yang dijumpai dipermukaan yang terbentuk secara alamiah, diantanya :

  •  Dolina

Lekukan yang tertutup pada permukaan batu gamping yang mempunyai diameter beberapa meter sampai 1 km dengan kedalaman 100 meter. di amerika disebut Sinkhole. Pembentukkan dolina ini dibentuk oleh pelarutan dan ada juga yang terbentuk akibat runtuhan, lembah dolina sering dialiri oleh sungai permukaan yang aliran sungai tersebut biasanya langsung menghilang masuk kedalam tanah. lubang masuk itu yang disebut stream sink atau swallow hole.

  •  Polje

Istilah ini untuk menunjukkan lekukan lembah tertutup yang sangat besar, panjang dan lebarnya mencapai beberapa km, dasar polje yang umumnya rata dan dibatasi oleh batu gamping yang sangat curam.

  • Uvala

            merupakan gabungan dolina yang letaknya berdekatan yang membentuk lekukan topografi yang sangat besar seperti lapangan.

  • Blind Valley (lembah buntu)

sungai permukaan sering mengaliri daerah kasrt pada musim hujan tetapi hanya untuk jarak dekat dan kemudian menghilang pada suatu tempat, yaitu pada swallow hole Blind valley ini terbentuk karena swallow hole tidak sanggup menampung volume yang air yang sangat besar yang menjadikkan Blind valley ini sebagai danau sementara, dan

  • Cenote

terbentuk akibat atap gua yang runtuh pada lorong sungai bawah tanah, dimana permukaan airnya terlihat tinggi menyerupai danau dengan dinding tegak lurus dasar danau, dan sebagainya.

b.      Endokarst

adalah fenomena yang dapat dilihat dibawah permukaan, dicirikan oleh adanya sistem perguaan dan aliran tanah bawah permukaan.

  • Perguaan
  • Aliran sungai bawah tanah
  • Kolam air (statis)
  • Air terjun

Lingkungan Fisik kawasan karst yang mudah berubah dan bersifat rapuh menyebabkan semua kegiatan yang menghasilkan dampak buruk bagi kawasan karst harus ditiadakan, jika manusia ingin melestarikan kawasan yang unik ini, maka semua kegiatan yang cenderung menurunkan daya dukung kawasan ini harus dihentikan. dalam kaitannya dengan pengelolaan, segala bentuk perubahan sekecil apapun harus diperhitungkan dampak negatifnya dengan demikian kawasan karst dapat dikelola secara berkelanjutan.

Bentang Alam Karst

Gambar 1. Bentang Alam Pegunungan Karst

Speleotem

Gambar 2. Ornamen/Hiasan Goa (Speleotem)

Advertisements

2 thoughts on “Karstologi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s