PITARUAH AYAH MASA KINI

Erizeli Bandaro, begitu namanya dikenal oleh para sahabat dan follower facebooknya. Beliau adalah seorang pria berdarah Minangkabau, lahir di sebuah desa kecil di sekitar Danau Maninjau, Sumatra Barat pada 52 tahun yang lalu. Beliau memiliki satu orang istri, ayah bagi dua orang anaknya, dan seorang kakek bagi dua orang cucunya. Keseharian beliau adalah seorang pengusaha yang bergelut dibidang investment port-folio dengan perusahaan yang terdaftar di Hongkong.

Awal saya kenal beliau adalah melalui seorang teman facebook yang sering meng-share atau berbagi tulisan beliau yang kemudian sering muncul di wall facebook saya. Karena tertarik dengan tulisan beliau kemudian saya menambahkan beliau sebagai teman facebook saya, akhirnya saya berteman dengan beliau melalui media sosial.Mungkin beliau belum kenal siapa saya, tapi setidaknya saya kenal beliau melalui tulisan-tulisannya. Semoga suatu saat nanti kita dapat benar-benar saling kenal dalam dunia nyata.

Membaca tulisan beliau saya, saya teringat akan masa lalu, ketika saya masih duduk dibangku SMP sampai SMA. Pada masa itu, Abak melalui Tape Recordernya sering memutarkan kaset “Pitaruah Ayah” karya Yus Datuak Parpatiah. Kaset itu merupakan monolog yang berisikan tentang pitaruah atau nasehat dari seorang ayah kepada anaknya, dari mamak kepada kemenakannya. Selepas sholat isya, Abak sering memutarkan kaset tersebut, dan mengajak kami anak-anaknya ikut mendengarkannya, yang kemudian pada bagian tertentu Abak akan menambahkan yang sekiranya perlu diingatkan kepada kami anak-anaknya. Begitulah salah satu cara Abak medidik kami anak-anaknya.

Membaca tulisan Pak Erizeli ini mengingatkan saya pada suasana seperti dahulu. Sekarang berada jauh dari kedua orang tua dan keluarga, dengan membaca tulisan beliau ini saya seakan-akan dinasehati oleh Abak jauh disana. Tulisannya beliau sebagian besar berisikan nasehat bagi pembacanya, memberikan motivator untuk selalu berfikir positif yang sering di posting lewat facebook beliau. Akhir-akhir ini, tulisan beliau dikumpulkan dan dibukukan dengan buku pertamanya diberi judul “Cinta yang Kuberi”. Pada buku ini lebih ditekan kepada arti sebuah kasih sayang, Dalam buku keduanya yang diberi judul “Mari Berubah, Cintaku Negriku” beliau lebih menekankan kepada semangat berwirausaha. Bagi calon-calon wirausaha muda ingin terjun kedunia bisnis, buku ini sangat cocok dan mudah untuk dipahami. Bagaimana awal merintis bisnis, memanfaatkan peluang, cara mendapatkan modal, semangat wirausaha dan memajukan tanah air, semuanya dijelaskan dengan bahasa yang mudah dimengerti namun dibutuhkan keserusian dalam membacanya upaya lebih mudah memahaminya.

Terimakasih Pak Erizeli, dengan membaca tulisanmu,saya seperti mendapat nasehat dari Abak, melalui tulisanmu engkau seperti mamak yang mengajari kemanakannya. Membaca tulisamu, saya merasa mereka seperti hadir memberi semangat dan nasehat bagi saya.

Tepat diakhir penghujung tahun 2015, buku “Mari Berubah, Cintaku Negeriku”, sampai ditangan. Awal tahun ini diawali dengan membaca nasehat-nasehat dari Bapak Erizeli Bandaro, semoga dapat memberikan bermanfaat.

 

HAPPY NEW YEAR!!!

20160101_122805.jpg

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s